Selama ini masyarakat kenalnya SANJAI sebagai oleh-oleh khasnya Kota Bukittinggi, padahal Sanjai merupakan nama kampung penghasil KERUPUK SANJAI, produk unggulan yang diakui sebagai WARISAN BUDAYA TAK BENDA INDONESIA, melalui Sertifikat Nomor : 2277/Dit.PKSertifikat/2024, yang ditanda tangani oleh Mentri kebudayaan Republik Indonesia Dr. Fadli Zon, S.S., M.Sc, dan HKI atas nama kelompok Asosiasi Pengusaha Karupuak Sanjai di Kota Bukittinggi, dengan Nomor Pencatatan : 1A32025000129, tanggal 16 April 2025.
Walaupun sekarang yang membuat Kerupuk Sanjai ini sudah banyak karena sudah menjadi oleh-oleh Kota Bukittinggi khususnya dan Sumatera barat umumnya, namun keahlian memotong singkong tradisional dengan pisau di atas paha hanya ada di Desa Wisata Sanjai, dan memiliki beberapa keunikan seni budaya tradisional lainnya yang masih dipertahankan, seperti bordir kerancang, apa basi, sudah memperoleh penghargaan dari berbagai pihak. Konsep yang ditawarkan mulai pengenalan adat, budaya dan kuliner sejalan di satu lokasi, kedatangan wisatawan disambut TARI PASAMBAHAN, MUSIK TAMBUA, TANSA, TALEMPONG DAN SILAT, menyesuaikan dengan permintaan wisatawan. dilanjutkan melihat atraksi pembuatan Kerupuk Sanjai tradisional “MEMOTONG SINGKONG DI ATAS PAHA”, wisatawan diberi kesempatan untuk berpartisipasi dalam proses produksi, lanjut atraksi traditional MAKAN BAJAMBA, tamu yang ingin berfoto menggunakan PAKAIAN ADAT MINANG tersedia Galeri Adat Pokdarwis dengan latar pelaminan, yang ingin belajar MEMASAK RENDANG dan MEMPELAJARI BUDAYA MINANG bisa menginap di Homestay, bisa buat acara di pondok edukasi wisata didampingi tim Pokdewis dan Pokdarwis, yang aktif beranggotakan 33 orang, dengan peningkatan jumlah wisatawan yang datang cukup signifikan alam 4 tahun terakhir, pada tahun 2024 saja, tercatat 1.465 orang yang datang untuk menikmati atraksi wisata, belum lagi pengunjung yang hanya berbelanja di outlet kerupuk sanjai, outlet border dan lainnya.
Lokasinya, dekat dengan pusat kota Bukittinggi, berada di Kota tapi suasasanya kampuang (Desa), memiliki pemandangan yang cukup indah dengan latar dua Gunung yaitu Gunung Merapi dan Singgalang, suasana nyaman, suasana kampuang nan asri dengan hamparan sawah-sawahnya yang hijau. Perkebunan dan kolam-kolam ikan diantara persawahan. Banyak tamu yang bilang ternyata masih ada di Kota Bukittinggi daerah yang memiliki suasanan kampuang. Di Kampuang/Desa Wisata Sanjai masyarakat dan generasi mudanya, masih memiliki adat dan budaya yang kuat dalam kehidupan sehari-hari, walaupun saat ini sudah banyak orang luar yang ngontrak dan hidup berbaur dengan penduduk asli, namun prosesi adat masih tetap dilaksanakan, dan masih tetap diupayakan melestarikan budaya yang ada, seperti tari, musik, pepatah petitih adat melalui prosesi adat (pernikahan, pesta atau baralek dengan makan baseprah dan makan bajamba). Hal ini dibuktikan dengan dibangunnya tempat-tempat untuk melestarikan budaya ini seperti balairung, gazebo dan galeri adat serta Sanggar Seni tempat generasi muda Sanjai berlatih dan menampilkan kemampuan mereka tentang budaya. Sudah melakukan MoU dan Kerjasama dengan beberapa Lembaga dan pihak yang berkaitan dengan masalah wisata dan budaya baik dinas dan instansi terkait maupun Perguruan Tinggi,. Tidak terlepas dari bantuan dan bimbingan Ninik Mamak, Alim Ulama, Cadiak Pandai, Bundo Kanduang dan perangkat RT, RW, LPM, Kelurahan serta Kecamatan. Atas semua perjuangan untuk pengembangan sebagai suatu Kampuang/Desa Wisata, Saanjai sudah berhasil menjadi Pokdarwis terbaik di Kota Bukittinggi selama 3 tahun berturut-turut dan masuk 100 besar Desa Wisata binaan Kemenparekraf di ajang ADWI sejak tahun 2021, dan beberapa prestasi lainnya dari KWT, Gapoktan, Pokakan dan pelaku usaha lainnya.
Konsep yang ditawarkan mulai dari pengenalan adat, budaya dan kuliner sejalan di satu lokasi, sejak kedatangan disambut dengan suasana dan budaya minang melalui tari pasambahan dan musik tambu, tansa dan talempong serta silek, kemudian dilanjutkan dengan melihat proses pembuatan Kerupuk Sanjai traditional bahkan jika mau bisa ikut dalam kegiatan produksi. dilanjutkan dengan makan bajamba atau makan baseprah atau bisa juga makan dengan daun menyesuaikan dengan anggaran dan permintaan dari tamu, untuk itu Desa Wisata Sanjai menyediakan penginpanan untuk wisatawan di beberapa Homestay yang tersedia.
Di samping konsep yang ditawarkan wisatawan bisa memilih atraksi atau paket mana dari yang ditawarkan untuk dikunjunjungi dan diikuti, boleh keseluruhan dan juga boleh memilih salah satu atau beberapa saja yang akan diikuti tidak harus keseluruhan, misalnya hanya melihat proses pembuatan kerupuk saja, atau mau makan bajamba saja, bebas, nanti tim pendamping akan menyesuaikan saja. Bahkan kalau hanya untuk menginap saja selama berkunjung ke Kota Bukittinggi juga boleh di homestay yang tersedia.
Powered By EmbedPress
Desa Wisata Sanjai memiliki visi “ Mewujudkan kampuang wisata sanjai sebagai pelopor makanan khas Bukittinggi yang berdaya saing dan bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat yang berbudaya”. Untuk mencapai visi tersebut, Desa Wisata Sanjai memiliki misi sebagai berikut:
Sedangkan tujuan yang akan dicapai adalah “menumbuhkan kesadaran dan peran serta seluruh komponen masyarakat Kampuang Wisata Sanjai dalam menerapkan, mewujudkan, membudayakan, dan memasyarakatkan sadar wisata dan sapta pesona”.
Untuk mencapai visi, misi dan tujuan di atas, Desa Wisata Sanjai memiliki dua Kelompok Desa Wisata (POKDEWIS) yang Bernama POKDEWIS Kelurahan Manggis Ganting, yang terbentuk sudah cukup lama sejak Tahun 2011, baru dikukuhkan tahun 2017 dengan Surat Keputusan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Bukittinggi Nomor : 10 tahun 2017, tertanggal 05 Oktober tahun 2017. Kemudianuntuk lebih meningkatkan pengembangan Desa Wisata maka dibentuklah Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) Kampuang Wisata Sanjai baru terbentuk pada Tahun 2021 kemaren, dikukuhkan dengan Surat Keputusan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Bukittinggi Nomor : 556/29/Dispparpora.Destinasi/2021, tertanggal 31 Maret 2021. Saat ini Desa Wisata Sanjai sudah memiliki Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART), sudah memiliki sekretariat, struktur pengurus dan beberapa standar operasional prosedur sebagai pegangan bagi semua pengurus desa wisata dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab masing-masing. Saat ini sedang disiapkan untuk pengurusan legalitas Lembaga untuk mendapatkan pengesahan dari Kementerian Hukum dan HAM nantinya melalui Notarais. Beberapa waktu sebelumnya pengurus sudah mempersiapkan kelengkapan dan berusaha mendapaatkan biaya untuk ini, mudah-mudahan tahun depan sudah selesai.
Untuk mencapai visi, misi dan tujuan di atas, Desa Wisata Sanjai memiliki dua Kelompok Desa Wisata (POKDEWIS) yang Bernama POKDEWIS Kelurahan Manggis Ganting, yang terbentuk sudah cukup lama sejak Tahun 2011, baru dikukuhkan tahun 2017 dengan Surat Keputusan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Bukittinggi Nomor : 10 tahun 2017, tertanggal 05 Oktober tahun 2017. Kemudianuntuk lebih meningkatkan pengembangan Desa Wisata maka dibentuklah Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) Kampuang Wisata Sanjai baru terbentuk pada Tahun 2021 kemaren, dikukuhkan dengan Surat Keputusan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Bukittinggi Nomor : 556/29/Dispparpora.Destinasi/2021, tertanggal 31 Maret 2021. Saat ini Desa Wisata Sanjai sudah memiliki Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART), sudah memiliki sekretariat, struktur pengurus dan beberapa standar operasional prosedur sebagai pegangan bagi semua pengurus desa wisata dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab masing-masing. Saat ini sedang disiapkan untuk pengurusan legalitas Lembaga untuk mendapatkan pengesahan dari Kementerian Hukum dan HAM nantinya melalui Notarais. Beberapa waktu sebelumnya pengurus sudah mempersiapkan kelengkapan dan berusaha mendapaatkan biaya untuk ini, mudah-mudahan tahun depan sudah selesai.
Sudah sejak nenek moyang masyarakat Desa Wisata Sanjai, mayoritas penduduk Kampuang Sanjai memiliki pondok/tempat pembuatan Keripik Sanjai masing-masing dan sekarang sudah tidak terlalu banyak, karena masyarakat Sanjai sudah banyak yang memperoleh pekerjaan tetap di berbagai sektor. Makanya muncul keinginan untuk mempertahankan keunikan cara pembuataknya, yang tidak bisa dilakukan oleh para pemilik usaha Kerupuk singkong di daerah yang lain. Orang Sanjai memotong singkongnya pakai pisau di atas paha di alas dengan kain. Saat ini masih terdapat 7 pondok yang aktif memproduksi Kerupuk Sanjai asli di Kampuang ini. Inilah yang menjadi ciri khas utama dari Desa Wisata Sanjai, yaitu dengan masih bisa menampilkan proses pembuatan keripiknya secara traditional kepada wisatawan, walaupun mereka juga sudah memiliki alat yang modern, yang digunakan untuk memproduksi yang banyak. Selain itu Kampuang Wisata Sanjai juga memiliki usaha traditional yang unik lain seperti proses pembuatan batu bata (Pondok Batu), pembuatan senjata tajam (Apa Basi), pengupasan kemiri secara traditional (Manokok Dama), Bordir kerancang dan sulaman. Yang dapat diperlihatkan kepada tamu yang berkunjung. Disamping itu, untuk menciptakan lapangan kerja bagi pemuda, maka dibentuklah Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) dengan usaha tanaman bawang, padi lengkap dengan Helernya, dan lainnya. Untuk ibu-ibu dibentuklah Kelompok Wanita Tani (KWT) yang cukup berprestasi untuk tingkat Kota dan Provinsi. Saat ini sudah semakin berkembang dengan munculnya peluang usaha baru bagi masyarakatm, seperti usaha pembuatan tas rajut, pembuatan kue, design baju dan menjahit, usaha membuat camilan ringan lainnya, dan lainnya, yang sudah banyak menuang prestasi di tingkat nasional maupun daerah dan local.
Di samping memiliki keunikan dengan kuliner traditional dan souvenir lainnya, Desa Wisata Sanjai juga memiliki banyak potensi di bidang seni traditional, untuk menyalurkan bakat dan potensi yang ada dikalangan generasi muda, maka dibentuklah Sanggar Seni yang diberi nama Sanggar Sarumpun Bajurai Ameh. Disini dikembangkan seni traditional yang saat ini sudah mampu menampilkan berbagai macam tari tradisional (tari pasambahan, tari indang, dan tari lainnya), permainan tambua dengan Tansa, silat ( silek ), yang bisa ditampilkan sesuai permintaan tamu/wisatawan dan permintaan orang yang mau mengadakan resepsi pernikahan atau acara lainnya. Sebagian besar peralatan yang dibutuhkan anak-anak Sanggar dibantu dari Dana pokir anggota Dewan Sabirin Rachmat, ditambah dengan swadaya anggota sanggar.
Dengan kebersamaan dari kondisi di atas, Desa Wisata Sanjai sudah sering dikunjungi oleh tamu baik sekeluarga, maupun rombongan, dan juga sebagai tempat studi tiru bagi peserta pelatihan dan Bimtek yang diadakan oleh Dispar Propinsi, Disparpora, Dinasperindag, dan lainnya, ada yang langsung ngnap di homestay dana da yang tidak nginap. Sampai saat ini Desa Wisata Sanjai berhasil memperoleh beberapa penghargaan, antara lain:









